Osteoarthritis (OA), the most common form of arthritis, is associated  translation - Osteoarthritis (OA), the most common form of arthritis, is associated  Indonesian how to say

Osteoarthritis (OA), the most commo

Osteoarthritis (OA), the most common form of arthritis, is associated with joint malfunction and chronic disability in the aged population. It is a multifactorial disorder to which several factors-such as age, sex, trauma, and obesity-contribute significantly. Obesity is one of the most influential but modifiable risk factors because it exerts an increased mechanical stress on the tibiofemoral cartilage. However, the high prevalence of OA in obese individuals in non-weightbearing areas, like finger joints, suggests that the link between being overweight and OA lies with factors other than simple biomechanics. An important correlation has been made between obesity and inflammation. Adipose tissues (and the infrapatellar fat pad) play an important role in this context because they are the major source of cytokines, chemokines, and metabolically active mediators called adipokines (or adipocytokines). These metabolic factors are known to possess catabolic and proinflammatory properties and to orchestrate the pathophysiological processes in OA. This review provides information on the relationship between obesity and OA through biomechanical and biochemical factors and highlights the functions of important obesity-related inflammatory products in the initiation and progression of OA. This information will broaden our thinking in identifying the targets for both prevention and intervention for OA.
0/5000
From: -
To: -
Results (Indonesian) 1: [Copy]
Copied!
Osteoartritis (OA), bentuk yang paling umum dari radang sendi, terkait dengan kerusakan bersama dan kronis kecacatan pada penduduk usia. Ini adalah gangguan bisa disebabkan berbagai faktor yang beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, trauma, dan obesitas-memberikan kontribusi yang signifikan. Obesitas adalah salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh tapi dimodifikasi karena itu diberikan stres mekanik meningkat pada tulang rawan tibiofemoral. Namun, prevalensi tinggi OA pada obesitas individu dalam bidang non-weightbearing, seperti sendi-sendi jari, menunjukkan bahwa hubungan antara kelebihan berat badan dan OA terletak dengan faktor-faktor selain biomekanik sederhana. Korelasi penting telah dibuat antara obesitas dan peradangan. Jaringan adiposa (dan pad lemak infrapatellar) memainkan peran penting dalam konteks ini karena mereka adalah sumber besar sitokin, chemokines dan aktif secara metabolik mediator yang disebut adipokin (atau adipocytokines). Faktor metabolik yang dikenal memiliki katabolik dan sifat proinflamasi dan untuk mengatur proses patofisiologi di OA. Ulasan ini memberikan informasi tentang hubungan antara obesitas dan OA melalui faktor biomekanis dan biokimia dan menyoroti fungsi penting obesitas inflamasi produk terkait dalam inisiasi dan perkembangan OA. Informasi ini akan memperluas pemikiran kita dalam mengidentifikasi target untuk pencegahan yang baik dan intervensi untuk OA.
Being translated, please wait..
Results (Indonesian) 2:[Copy]
Copied!
Osteoarthritis (OA), bentuk paling umum dari arthritis, dikaitkan dengan kerusakan sendi dan kecacatan kronis pada populasi usia. Ini adalah gangguan multifaktorial yang beberapa faktor-seperti usia, jenis kelamin, trauma, dan obesitas-kontribusi yang signifikan. Obesitas adalah salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh tapi dimodifikasi karena diberikannya stres mekanik meningkat pada tulang rawan tibiofemoral. Namun, tingginya prevalensi OA pada orang obesitas di daerah non-berat tubuh, seperti sendi jari, menunjukkan bahwa hubungan antara kelebihan berat badan dan OA terletak pada faktor-faktor lain selain biomekanik sederhana. Korelasi penting telah dibuat antara obesitas dan peradangan. Jaringan adiposa (lemak dan pad infrapatellar) memainkan peran penting dalam konteks ini karena mereka adalah sumber utama sitokin, kemokin, dan mediator aktif secara metabolik disebut adipokines (atau adipocytokines). Faktor-faktor metabolik diketahui memiliki sifat katabolik dan proinflamasi dan untuk mengatur proses patofisiologi dalam OA. Ulasan ini menyediakan informasi tentang hubungan antara obesitas dan OA melalui faktor biomekanik dan biokimia dan menyoroti fungsi produk inflamasi terkait obesitas penting dalam inisiasi dan perkembangan OA. Informasi ini akan memperluas pemikiran kita dalam mengidentifikasi target untuk kedua pencegahan dan intervensi untuk OA.
Being translated, please wait..
 
Other languages
The translation tool support: Afrikaans, Albanian, Amharic, Arabic, Armenian, Azerbaijani, Basque, Belarusian, Bengali, Bosnian, Bulgarian, Catalan, Cebuano, Chichewa, Chinese, Chinese Traditional, Corsican, Croatian, Czech, Danish, Detect language, Dutch, English, Esperanto, Estonian, Filipino, Finnish, French, Frisian, Galician, Georgian, German, Greek, Gujarati, Haitian Creole, Hausa, Hawaiian, Hebrew, Hindi, Hmong, Hungarian, Icelandic, Igbo, Indonesian, Irish, Italian, Japanese, Javanese, Kannada, Kazakh, Khmer, Kinyarwanda, Klingon, Korean, Kurdish (Kurmanji), Kyrgyz, Lao, Latin, Latvian, Lithuanian, Luxembourgish, Macedonian, Malagasy, Malay, Malayalam, Maltese, Maori, Marathi, Mongolian, Myanmar (Burmese), Nepali, Norwegian, Odia (Oriya), Pashto, Persian, Polish, Portuguese, Punjabi, Romanian, Russian, Samoan, Scots Gaelic, Serbian, Sesotho, Shona, Sindhi, Sinhala, Slovak, Slovenian, Somali, Spanish, Sundanese, Swahili, Swedish, Tajik, Tamil, Tatar, Telugu, Thai, Turkish, Turkmen, Ukrainian, Urdu, Uyghur, Uzbek, Vietnamese, Welsh, Xhosa, Yiddish, Yoruba, Zulu, Language translation.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: