Results (
Indonesian) 2:
[Copy]Copied!
Proses ANP terdiri dari empat langkah utama berikut [12,19,27]:
(i) Langkah 1 (Model konstruksi): Sebuah masalah diuraikan menjadi jaringan yang node sesuai dengan komponen.
Unsur-unsur dalam komponen dapat berinteraksi dengan beberapa atau semua unsur komponen lain. Juga, hubungan antar
elemen dalam komponen yang sama bisa eksis. Hubungan ini diwakili oleh busur dengan arah.
(ii) Langkah 2 (perbandingan berpasangan dan vektor prioritas lokal): Unsur-unsur yang dibandingkan pairwisely sehubungan dengan adanya
dampak pada unsur-unsur lain. Cara melakukan perbandingan berpasangan dan memperoleh vektor prioritas adalah sama seperti di
AHP. Nilai-nilai kepentingan relatif ditentukan pada skala 1? 9, di mana skor 1 menunjukkan sama pentingnya antara
dua elemen dan 9 mewakili pentingnya ekstrim dari satu elemen dibandingkan dengan yang lain. Nilai timbal balik
ditugaskan untuk perbandingan terbalik; yaitu, aji D 1 = aij mana aij menunjukkan pentingnya elemen i dibandingkan dengan
elemen j. Juga, aii D 1 yang diawetkan dalam matriks perbandingan berpasangan. Kemudian, metode eigenvector digunakan
untuk mendapatkan vektor prioritas lokal untuk setiap matriks perbandingan berpasangan. Untuk menguji konsistensi dari perbandingan berpasangan, sebuah
rasio konsistensi (CR) dapat diperkenalkan dengan indeks konsistensi (CI) dan indeks acak (RI). Jika CR kurang dari 0,1, maka
perbandingan berpasangan dianggap dapat diterima. Untuk informasi rinci tentang cara menghitung CR, melihat teks oleh Saaty [18].
(iii) Langkah 3 (pembentukan supermatrix dan transformasi): Vektor prioritas lokal dimasukkan ke dalam yang sesuai
kolom dari supermatrix, yang merupakan matriks dipartisi mana setiap segmen merupakan hubungan antara dua
komponen. The supermatrix sistem komponen N dinotasikan sebagai berikut:
Being translated, please wait..
